28 June 2026 Admin

Mengenal Perbedaan Suku Bunga Tetap dan Bunga Mengambang

Mengenal Perbedaan Suku Bunga Tetap dan Bunga Mengambang

Saat hendak mengajukan pembiayaan, memahami jenis suku bunga yang diterapkan oleh lembaga keuangan adalah hal yang sangat wajib dilakukan. Jenis suku bunga akan menentukan besaran angsuran yang harus Anda bayarkan setiap bulan hingga masa kontrak pinjaman berakhir. Secara umum, terdapat dua jenis suku bunga yang paling sering digunakan, yaitu bunga tetap dan bunga mengambang.

Suku bunga tetap atau flat memberikan kepastian nilai angsuran yang sama persis dari bulan pertama hingga bulan terakhir masa tenor. Keuntungan utamanya adalah Anda bisa melakukan perencanaan keuangan keluarga dengan sangat stabil tanpa khawatir adanya lonjakan tagihan mendadak. Jenis bunga ini biasanya diterapkan pada produk pembiayaan dana tunai berjaminan kendaraan bermotor.

Sementara itu, suku bunga mengambang atau floating nilainya akan terus berubah mengikuti fluktuasi suku bunga acuan pasar keuangan makro. Jika suku bunga acuan turun, maka cicilan Anda akan ikut mengecil, namun sebaliknya jika suku bunga pasar naik, tagihan bulanan bisa membengkak. Jenis bunga ini umumnya lebih sering ditemui pada produk pembiayaan properti jangka panjang.

Memahami karakteristik kedua jenis bunga ini akan membantu Anda memilih produk pembiayaan yang paling sesuai dengan profil risiko keuangan. Bagi masyarakat yang menyukai kepastian arus kas, suku bunga tetap adalah pilihan terbaik yang minim risiko finansial. Pertimbangkan matang-matang kondisi pendapatan berkala Anda sebelum mengambil keputusan akhir kontrak pembiayaan.

Pastikan Anda memilih produk pembiayaan dengan skema bunga yang transparan, kompetitif, dan tidak memberatkan keuangan keluarga. Untuk mendapatkan simulasi cicilan terbaik, silakan mengajukan gadai BPKB motor atau mobil Anda di adiraterdekat.com sekarang juga. Hubungi Kami

Bagikan Artikel Ini:
Adira

Adira Finance

Online

Halo ! Mau mengajukan BPKB Mobil atau Motor? silahkan tinggalkan pesan:)

Informasi Transparansi Pinjaman

Sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kebijakan layanan keuangan Google, berikut adalah rincian transparansi pinjaman:

  • Periode Pelunasan (Tenor): Minimum 12 bulan (lebih dari 61 hari) hingga maksimum 60 bulan.
  • Persentase Bunga Tahunan (APR) Maksimum: 18% per tahun.
  • Contoh Representatif Pinjaman:
    Jika Anda mengajukan pinjaman sebesar Rp 10.000.000 dengan tenor 12 bulan dan suku bunga 1,5% per bulan, maka perhitungannya adalah:
    • Pokok Pinjaman Rp 10.000.000
    • Total Bunga (18% per tahun) Rp 1.800.000
    • Estimasi Potongan Biaya (Admin & Provisi) - Rp 600.000
    • Total Dana yang Diterima Rp 9.400.000
    • Angsuran per Bulan Rp 983.333
    • Total Pembayaran Keseluruhan Rp 11.800.000